Selasa, 22 Februari 2022

Pengamalan Nilai-Nilai Trilogi Nusa Putra di kehidupan sehari-hari

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ....

Well Come Back My Blogger Channel ....

Perkenalkan nama saya Siti Nuraeni, Kalian bisa memanggil saya Nura. Saya adalah mahasiswi semester 6 Universitas Nusa Putra Sukabumi dari jurusan PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar).

Mungkin untuk blogg kali ini pembahasannya akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Disini saya akan terfokus kedalam tugas yang sudah diberikan dosen kepada mahasiswanya. yaitu mengenai Pengamalan Nilai-Nilai Trilogi Nusa Putra. 

Sebelum membahas kedalam pengamalan-pengamalan apa saja yang ada dalam nilai-nilai Trilogi Nusa Putra, disini saya akan menjelaskan terlebih dahulu apa itu Trilogi Nusa Putra?

Falsafah Nilai Nusa Putra

Trilogi Nusa Putra terbagi menjadi tiga bagian. Yang pertama Amor Deus yang artinya Cinta Kasih Ilahiyah. kedua Parentium yang artinya Cinta Kasih Orang Tua. yang ketiga adalah Concervis yang artinya Cinta Kasih Sesama Manusia. Setiap mahasiswa mungkin memiliki penafsiran yang berbeda mengenai makna ketiga dari Trilogo Nusa Putra tersebut. 

lalu, bagaimana sejarah lahirnya Trilogi Nusa Putra?. Menurut Rektor NPU Sukabumi, Dr. Kurniawan, ST.,M.Si.,MM, Trilogi Nusa Putra merupakan jawaban dari kegalauan dirinya dalam mencari metode pendidikan manusia. Pencariannya tersebut didorong oleh pesan  almarhum bapaknya Dr. Kurniawan yang meninggal pada tangga 5 Agustus tahun 2001. Dua puluh satu tahun lalu. beliau berkata " semasa hidup bapak selalu berpesan untuk terus berbuat baik kepada orang lain, kepada siapapun, karena orang yang berbuat baik akan ditinggikan derajatnya melebihi orang-orang yang dibantunya, dan tidak perlu takut dengan rezeki" kenang bapak Dr. Kurniawan.

Dan Sumber Trilogi Nusa Putra berasal dari perkembangan sosiologis masyarakat Indonesia. Dimana pristiwa sejarah kerusuhan pada tahun 1998 menjadi salah satu sumber terbentuknya Trilogi Nusa Putra. Dari peristiwa tahun 1998 bapak Kurniawan merasa ada yang salah dengan cara umat beragama dalam memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran agama-Nya. Agama yang diajarkan sejak kecil sampai dewasa, diamalkan dalam kehidupan sehari-hari tidak mampu membendung umat-Nya membenci umat agama lain, ras dan golongan lain, bahkan tega berbuat sadis akibat situasi politik dan ekonomi waktu itu. Lalu, pak Kurniawan bertanya dalam hati. Agama itu seperti apa? bukankah agama itu untuk kebahagiaan dunia dan akhirat?. tetapi kenapa masih ada rasa marah, rasa dendam dan rasa benci?. Setelah beberapa kejadian itu, Pak Kurniawan merenung, lalu mempelajari beberapa literasi, dari mulai Al-Qur'an dan kitab-kitab lainnya. dan menurutnya dalam semua sumber agama tersebut selalu ada yang namanya kasih sayang. Agama-agama itu semuanya mengajarkan tentang kebaikan tidak keburukan. tidak ada agama yang mengajarkan keburukan melainkan manusia itu sendiri. Dan dalam diri seorang Muslim Allah memberikan kasih sayang yang disimpan sebelum manusia itu lahir kedunia. Hal ini terdapat dalam Al-Qur'an Surah Shaad : 72. yang artinya " maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh ciptaan-Ku, maka tunduklah kamu kepada-Nya dengan bersujud.

Dari hasil renungan, perjalanan hidup itulah bapak Dr. Kurniawan memberikan nama atau mencetuskan Trilogi Nusa Putra dengan tiga kutub saling menguatkan, yakni Cinta Kasih Ilahiyah, Cinta Kasih Orang Tua, dan Cinta Kasih Sesama Manusia. " Cinta kasih diambil dari kalimat Bismillaahir rahmaanir rahiim, Cinta Orang Tua diambil dari ketauladan Nabi Muhammad SAW yang sampai kepada kita, serta Cinta Kasih Sesama Manusia diambil dari sebuah hadist yang berbunyi "khairunnas anfa'uhum linnas". yang artinya sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi manusia lainnya (HR. Tharbrani). Jadi intinya dalam menciptakan dan memikirkan nama Trilogi Nusa Putra ini bapak Dr. Kurniawan mengaitkan satu sama lain dari Al-Qur'an, Kisah Teladan Nabi dan para ulama yang sudah dijelaskan oleh rasulullah SAW sebelum beliau (Rasulullah) wafat. 

Pengamalan Nilai-Nilai Trilogi Nusa Putra Dalam Kehidupan Sehari-hari

Berbicara mengenai pengamalan-pengamalan apa saja yang sudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari tidak dipungkiri semua orang pasti sudah melakukan dan melaksanakan pengamalan-pengamalan nilai-nilai Trilogi Nusa Putra. Contoh kecilnya sholat,hormat dan sayang terhadap orang tua dirumah, serta membantu orang yang sedang kesusahan dan banyak lagi. Nah, untuk saya pribadi pengamalan-pengamalan apa saja yang sudah saya lakukan dalam nilai-nilai Trilogi Nusa Putra di kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:

1. Amor Deus (Cinta Kasih Ilahiyah)

Secara hakiki nilai Cinta Kasih Ilahiyah merupakan nilai yang memiliki dasar kebenaran yang paling kuat dibandingkan dengan nilai-nilai lainnya. Nilai ini bersumber dari kebenaran tertinggi yang datangnya dari Tuhan (Allah). Ilahiyah juga membahas tentang keesaan Allah. Nilai ilahiyah itu meliputi iman, islam, ihsan, taqwa, ikhlas, tawakal, syukur, dan sabar.

Disinilah pentingnya memaknai " bertuhan" sebagai Cinta Kasih dan diikuti dengan rasa Sayang. Mustahil jika manusia di bumi ini mengaku bertuhan jika tidak memeiliki rasa Cinta Kasih dan diikuti dengan rasa Sayang. Jadi, bisa kita bayangkan jika di duniaini tanpa Tuhan dan tanpa Agama sesuai dengan kepercayaannya masing-masing, mungkin manusia itu akan berperang terus menerus karena tidak memiliki rasa Cinta kasih sayang atau ketiadaan rasa Cinta Kasih itu sendiri. Akibat ketiadaan Cinta Kasih dan Sayang, maka akan banyak manusia saling mengkafirkan dan menistakan manusia lainnya hanya karena berbeda agama dan Tuhannya. dan Allah itu tidak bisa di persekutukan, tidak bisa dipersepsikan, dan tidak bisa dilambangkan dengan apapun, terlebih lagi dengan manusia.

Lalu menurut saya pengamalan apa saja sih yang termasuk kedalam Nilai-Nilai Cinta Kasih ilahiyah di kehidupan sehari-hari itu?

1. Shalat dan berdo'a. Shalat ini menghubungkan seorang hamba atau manusia kepada pencipta-Nya yaitu Allah. dan shalat juga menifestasi penghambaan dan kebutuhan diri kepada Allah SWT.

Dikarenakan saya pribadi adalah seorang pelajar sekaligus pendidik di sekolah dasar. Maka hal pertama yang saya tekankan dan ingatkan kepada anak-anak adalah hubungannya dengan tuhan (Allah) salah satunya selalu menjaga shalat 5 waktu diriingi dengan sholt sunnah lainnya kalau yang mampu, contohnya sholt dhuha, tahajud. agar apa? agar Allah selalu memberikan cinta kasih dan sayangnya kepada kita yang benar-benar mengikuti perintah-Nya

2. Sedekah. sedekah ini mencakup segala amal, atau perbuatan baik, yang dimana Allah langsung yang akan melipat gandakannya. sebagaimana cinta kasih dan sayang Allah kepada hambanya yang menyisihkan hartanya untuk orang lain. meskipun tidak hanya berupa uang tetapi juga tenaga dan lainnya. 

3. Berpuasa. Berpuasa merupakan salah satu dari lima rukun islam. yang mana, islam itu termasuk nilai ilahiyah. 

4. Membaca Qur'an. Membaca Al-Qur'an merupakan salah satu bentuk ibadah dalam umat islam. Karena itu kita harus mengikuti ajaran-Nya serta menjadi Al-Qur'an sebagai pedoman dalam hidup. Agar Allah memberikan CInta Kasih dan sayang nya selalu untuk kita.

2. Parentium (Cinta Kasih Orang Tua)

Berbicara cinta. Cinta disini merupakan anugerah Allah SWT yang ada pada diri manusia sejak lahir yang mana, saya sudah jelaskan di atas. Cinta juga merupakan rasa suka atau sayang . sedangkan kasih adalah perasaan sayangnya atau belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan sayang kepada seseorang (anak) yang disertai dengan menaruh belas kasihan. 

Kebanyakan anak zaman sekarang bahkan teguran untuk diri saya sendiri terkadang lupa dengan jasa orang tua kita. Dikarenakan pergaulan yang tidak baik mengakibatkan seorang anak lupa dengan jasa orang tua. Bahkan kita pun bahkan saya pernah melawan atau membentak orang tua kita. Entah itu berbicara "Ah" bahkan pura-pura tidak mendengar panggilannya. 

Hingga sampai saat ini kesadaran diri kita dengan ditambah rasa cinta kasih terhadap orang tua yang akan membuat hubungan anak dan orang tua menjadi baik. Karena cinta kasih dan sayang orang tua terhadap kita itu sepanjang masa. Mereka bekerja dari terbit sang fajar hingga terbenamnya matahari. buktinya ayah saya sendiri yang berprofesi menjadi seorang nelayan. Yang mana beliau (bapak) pergi kelaut dari jam 2 subuh pulang sore atau malam hanya untuk mencari nafkah untuk keluarganya. terkhusus untuk pendidikan anaknya yaitu saya dan kalian yang sedang membaca tulisan ini. Tugas kita hanya menjadi yang terbaik  untuk orang tua kita karena itu adalah suatu pengabdian kita kepada mereka. 

Orang tua mana yang tidak bangga melihat anaknya sukses? sukses disini relatif dan berbeda-beda. karena setiap orang mempunyai definisi suksesnya masing-masing. Orang tua akan bangga melihat anaknya sukses mengejar mimpi dan kebahagiaannya. tidak ada kebahagiaan yang lebih penting dibandingkan orang tua selain melihat anaknya bahagia dengan caranya. Orang tua akan merasa puas dengan dengan kerja kerasnya selama ini untuk anaknya yaitu kita. 

Mungkin pengamalan apa yang menjadi landasan cinta kasih orang tua terhadap kita bahkan sebaliknya kita yang menghargai cinta kasihnya kepada kita yaitu dengan cara:

1. Hormat dan patuh terhadap orang tua. Itu point penting.

2. Mendengarkan nasihat baiknya untuk kebahagiaan kita. Karena tidak ada orang tua yang mau melihat anaknya sengsara (itu menurut pendapat saya)

pengalaman saya hormat dan patuh serta mendengarkan nasihat orang tua adalah dengan masuk kepesantren. Karena orang tua ingin saya lebih memperluas relasi, pengalaman, pendidikan yang lebih bahkan akhlak yang lebih baik. itulah bukti Cinta Kasih Orang Tua saya kepada diri saya sendiri. Dan terbukti, Alhamdulillah sampai bisa kuliah di Universitas Nusa Putra Sukabumi.

3. Concervis (Cinta Kasih Sesama Manusia)

Cinta kasih sesama manusia ini agar manusia dapat hidup dengan keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya tanpa ada perselisihan dan tidak boleh membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Saya dan kita harus menyeimbangkan cinta kita dengan cinta kasih kepada orang-orang lain dengan contoh :

1. Memberi bantuan kepada orang yang sedang membutuhkan

2. Saling bekerja sama tanpa melibatkan egoisme

3. Saling menghargai pendapat agar cinta kasih sayang semakin erat.

4. Saling berbagi dan main bersama agar tumbuh cinta kasih dan sayang terhadap sesama

Contoh penerapan pengamalan cinta kasih terhadap sesama di dalam kehidupan diri saya sendiri adalah dengan mengajak peserta didik di sekolah dasar agar selalu berteman dengan siapapun tanpa membeda-bedakan satu sama lain. Kedua dengan cara menumbuhkan sikap tanggung jawab, jujur serta saling menyanyangi kepada adik kelas, teman sebaya dan kaka kelas. Intinya saya ingin kita semua bahkan diri saya pribadi sama-sama menerapkan Nilai-Nilai Trilogi Nusa Putra ini di kehidupan sehari-hari. Agar hidup kita lebih terarah, lebih bahagia dan banyak relasi aatau teman dari kalangan manapun tanpa membeda-bedakan suku, ras, bangsa, bahasa terutama agama.


REFERENSI :

nusaputra.ac.id (Trilogi Nusa Putra)

- SELESAI -

Mungkin itu saja yang bisa saya berikan penjelasan mengenai Trilogi Nusa Putra dan Pengamalan-Pengamalannya. Mohon maaf banyak kesalahan dalam penulisan. Terimakasih yang sudah membaca. Semoga kita semua menjadi orang yang sukses dengan definisi kita masing-masing.

Salam hangat dan sayang untuk semua :)

Kalau kalian ada saran dan kritik boleh kalian sampaikan dikolom komentar. dan boleh juga follow Ig saya untuk bersilaturahmi. hehe

IG : Sitinuraeni3006


Ini Dokumentasi saya bersama anak-anak sedang melaksanakan sholat. dan cinta kasih terhadap sesama (Foto Guru).










Pengamalan Nilai-Nilai Trilogi Nusa Putra di kehidupan sehari-hari

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh .... Well Come Back My Blogger Channel .... Perkenalkan nama saya Siti Nuraeni, Kalian bisa meman...